fintech yang sudah terdaftar di OJK

Pinjaman online atau pinjol kini menjadi salah satu bagian teknologi yang sedang populer di tengah masyarakat, terutama mereka yang tidak memiliki cukup biaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Namun, di tengah kegunaannya sebagai salah satu solusi keuangan, ada banyak pula masyarakat yang tertipu oleh para oknum.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan pengajuan agar lebih aman dan nyaman. Simak penjelasan berikut:

Pengajuan Pinjaman Online

Mengajukan pinjaman online bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi pinjaman online di Play Store atau Apple Store maupun melalui website. Namun, pastikan aplikasi tersebut dikelola oleh fintech yang sudah terdaftar di OJK. Contohnya adalah Finmas, salah satu aplikasi yang bisa membantu Anda yang sedang membutuhkan pinjaman online.

Adapun syarat umum dari pinjaman online yang harus dipenuhi untuk bisa mengajukan peminjaman dana antara lain memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), berbagai informasi pribadi seperti nomor kontak dan pekerjaan (termasuk gaji atau pendapatan), slip gaji sebagai bukti, serta nomor rekening. Syarat ini dapat berbeda pada aplikasi atau web yang berbeda.

Cara untuk melakukan pinjaman online di FINMAS yaitu dengan mendaftar sebagai penerima pinjaman lalu memilih skema peminjaman melalui aplikasi. Selanjutnya, calon penerima pinjaman harus melengkapi persyaratan seperti yang tertulis di atas. Setelah itu, calon penerima pinjaman akan mendapat verifikasi dari FINMAS dan harus menandatangani persyaratan peminjaman. Hal yang harus diperhatikan saat melakukan pinjaman online :

1. Kebutuhan dan Kemampuan

Sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk menyesuaikan antara kebutuhan dana saat itu dan kemampuan membayar ke depannya. Lakukan berbagai pertimbangan sebelum memilih skema dan jumlah pinjaman. Jangan sampai kurang atau terlalu berlebihan, dan juga jangan sampai merasa kesulitan untuk membayar ke depannya.

 

2. Bunga dan Tenor

Bunga dan tenor adalah hal penting lainnya yang harus diperhatikan oleh calon peminjam dana. Perlu diketahui bahwa setiap fintech bisa menerapkan bunga dan tenor yang berbeda-beda, sehingga penting untuk melakukan riset terlebih dahulu terkait dua hal ini agar tidak salah pilih. Selain itu pelajari juga cara menghitung bunga pinjaman berdasarkan tenor. Jangan sampai Anda memilih fintech yang memberikan suku bunga yang tinggi yang akhirnya membuat Anda kesulitan membayar.

 

3. Izin OJK

Karena banyaknya korban yang bertebaran akibat memercayai fintech abal-abal, maka penting untuk memastikan kredibilitas sebuah fintech sebelum mengajukan pinjaman. Pastikan bahwa fintech memiliki rekam jejak yang baik dan telah memiliki izin dari OJK. Cara memastikannya adalah dengan mengecek melalui situs resmi OJK. Selain itu, rekam jejak fintech juga bisa dilihat dari review atau testimoni orang-orang di internet.

 

4. Keamanan Data Pribadi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor KTP menjadi salah satu syarat mengajukan pinjaman. Oleh karena itu, selain memilih fintech yang sudah terdaftar di OJK, penting juga untuk selektif dalam memilih fintech yang bisa memastikan keamanan data diri. Jangan sampai memilih fintech yang justru bis membocorkan keamanan data

 

5. Biaya Tambahan

Poin ini terkadang dilewatkan oleh calon nasabah sehingga membuat mereka kaget ketika ada biaya lain ketika waktunya membayar pinjaman. Beberapa fintech dapat menerapkan biaya-biaya tambahan seperti biaya administrasi, denda keterlambatan angsuran, biaya provisi, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, penting agar menanyakan atau mengecek biaya-biaya lain kepada fintech sebelum mengajukan pinjaman.

Nah itulah beberapa penjelasan mengenai pinjaman online yang harus diperhatikan siapapun sebelum melakukan pengajuannya. Pada dasarnya pinjaman online sebaiknya dilakukan untuk hal yang lebih produktif atau sangat darurat. Semoga bermanfaat.

By savage

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.